Rabu, 07 Desember 2011

IKLAN POLITIK

Rabu, 07 Desember 2011

Masih ingatkah teman-teman pada iklan yang berbunyi 'katakan TIDAK!! pada korupsi? Yah, itu salah satu iklan politik dari Partai Demokrat yang dipimpin oleh Bpk. SBY. Namun, iklan ini tidak muncul pada setiap saat seperti teman-teman melihat iklan sebuah produk.

Iklan politik memang muncul hanya pada setiap acara tertentu. Misalnya, menjelang pemilu presiden, ucapan hari raya dari elit politik, dsb, Tujuan dari iklan politik tersebut juga sudah jelas, agar masyarakat mengenal partai politik dan elit politik yang diiklankan, mengharapkan masyarakat simpatik dan memilih calon yang diiklankan.
Seperti yang kita ketahui, beriklan dalam media televisi dan media cetak tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Partai politik perlu mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mengiklankan partai mereka, tentu hasilnya akan sebanding jika partai mereka yang keluar sebagai pemenang.

Menurut The Nielsen Company Indonesia, belanja iklan kategori pemerintahan dan politik (governments and politics) mencapai Rp 2,154 triliun. Meningkat seklitar 335 persen dibanding Pemilu 2004. Pada Pemilu 2004 total biaya iklan politik, di luar iklan pemerintah sekitar Rp 400 miliar.
Pada Pemilu 2004 total biaya iklan politik mencapai Rp 400 miliar. Nielsen Media Indonesia mencatat biaya iklan pemerintahan dan politik tahun 2008 telah mencapai Rp 2,208 triliun, atau naik 66 persen dibandingkan dengan tahun 2007 yang hanya Rp.1,327 triliun.

Menurut Subiakto (dalam Gazali, 2009), belanja iklan Indonesia tahun 2007 adalah sekitar 40 triliun rupiah, dan sekitar 10 triliun (25 persen) adalah belanja iklan politik. Tahun 2008 dan 2009 iklan politik ini akan meningkat 3 sampai 4 kali lipat lebih besar dari tahun 2007. Sementara Irfan Wachid dari 25frame Indonesia Production mengatakan seorang politikus nasional akan menghabiskan Rp 5 – 10 miliar/bulan untuk biaya poles diri, poles senyum di hadapan rakyat pemilihnya. Bayangkan jika dana-dana tersebut disumbangkan untuk membantu anak-anak dan masyarakat yang kurang mampu.

Partai politik mempunyai peran yang penting dalam pemilihan umum anggota legislatif, maupun pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Dalam upaya mempengaruhi massa untuk memilih pilihannya, maka partai politik tidak segan-segan untuk mengeluarkan biaya kampanya yang cukup besar. Biaya kampanye partai politik dari setiap pemilu akan terus meningkat.

Sumber: http://ekoharrysusanto.wordpress.com/2011/12/06/980/

Senin, 28 November 2011

Customer Relations Management

Senin, 28 November 2011

Customer Relationship Management (CRM)
Oleh: Ray Montha (DIRECTOR OPERATION Business system international & Cubes Consulting)

CRM merupakan akronim atau singkatan yang paling populer dikalangan orang-orang sales dan marketing. CRM adalah sebuah strategi bisnis menyeluruh dari suatu perusahaan yang memungkinkan perusahaan tersebut secara efektif bisa mengelola hubungan dengan para pelanggan. Agak sulit mendefinisikan apa itu CRM karena cakupannya yang luas. Intinya, usaha dari perusahaan untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan agar sang pelanggan mempunyai loyalitas kepada perusahaan.
Kenapa muncul CRM?
Salah satu faktor yang melahirkan CRM adalah berasal dari penelitian marketing oleh PIMS yang menemukan fakta bahwa “pelanggan yang tidak puas akan bercerita kepada sekitar 7-10 orang temannya, namun pelanggan yang puas akan merekomendasikan perusahaan anda kepada 3-4 teman mereka”.
Dengan pelanggan yang puas, pasti akan menimbulkan loyalitas kepada perusahaan anda. Loyalitas pelanggan harus dijaga dan dipertahankan agar pelanggan tidak lari kepada pesaing. Tentu saja pelanggan yang mempunyai loyalitas kepada perusahaan anda akan sangat menguntungkan. Pelanggan yang mempunyai loyalitas kepada perusahaan anda akan melakukan transaksi demi transaksi dengan produk yang anda jual, misalnya Ayah membeli mobil Honda, kemudian setelah 5 tahun mengganti mobil dengan merk Honda juga, bahkan se-keluarga bisa disuruh Ayah untuk membeli mobil merk Honda. Sangat menguntungkan bukan jika mempunyai pelanggan seperti contoh di atas.
Tujuan CRM?
Tujuan utama dari hubungan pemasaran adalah untuk membangun dan
mempertahankan konsumen yang komit yang menguntungkan bagi perusahaan.
Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan akan memfokuskan pada penarikan,
mempertahankan, dan meningkatkan hubungan dengan konsumen.
Keuntungan Hubungan Pemasaran
- Keuntungan untuk konsumen
Bagi konsumen, benefit khusus dari penerimaan value jasa memberi
kontribusi terhadap perasaan bahagia (well-being) dan juga terhadap kualitas
hidup mereka.
- Keuntungan untuk organisasi
Meningkatkan pembelian
Mengurangi biaya
Periklanan gratis melalui “gethok tular”
Mempertahankan karyawan
Strategi-strategi Mempertahankan Hubungan Jangka Panjang
Memonitor hubungan
Strategi perbaikan yang dimaksudkan untuk mempertahankan konsumen
ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi

Senin, 21 November 2011

PERBEDAAN GENDER

Senin, 21 November 2011

Mungkin dulu kita lebih sering melihat supir lelaki daripada supir wanita, namun di zaman sekarang wanita sudah mengambil peran kerja para pria. Contohnya, adanya supir wanita yang mengemudikan angkutan busway Jakarta. Di sisi politik pun para wanita sudah mengambil bagian, seperti ex-menteri keuangan kita Ibu Sri Mulyani yang kini bekerja di Bank Dunia, bahkan Indonesia pernah mempunyai presiden wanita yaitu Ibu Megawati.

Tidak seperti dahulu, wanita dianggap sebagai makhluk yang lemah, rapuh, hanya mengurus anak dan suami, sehingga wanita tidak cocok dalam melakukan pekerjaan untuk mencari nafkah. Dahulu, kaum pria-lah sang pencari nafkah keluarga, sedangkan kaum wanita (istri & ibu) hanya menjaga rumah, anak, serta menyenangkan sang pria (suami).

Seiring perkembangan zaman dan teknologi serta tuntutan globalisasi, membuat wanita ikut bersaing dengan para kaum pria. Banyak kaum wanita kini yang bekerja dalam perusahaan-perusahaan serta menjadi wanita mandiri. Namun, tentu perlu diingat bahwa tidak semua pekerjaan pria bisa dilakukan oleh para kaum wanita. Batasan fisik memang menjadi kendala bagi kaum wanita, seperti menstruasi bulanan dan kehamilan.

Senin, 14 November 2011

PHOTOGRAPHY DIGITAL / DIGITAL IMAGE

Senin, 14 November 2011
Dosen: Didit Anindita (Senin, 14/11/2011)

Setting kamera :
a.       ISO = kepekaan kamera menangkap cahaya (/100, 200, 400, 800, 1600)
b.      Shutter Speed = lamanya waktu kamera menyerap sinar (1/8, -1/5, -1/30, -1/60, -1/125, -1/250, dst)
c.       Diafragma/Aperture = besarnya sinar yang masuk ke kamera melalui lensa (4, 5, 6, 8, 11, 16, 22)
d.      Focus = Jarak dari kamera ke objek foto.
e.      White Balance = untuk menentukan warna yang sebenarnya.
f.        Image Size = besarnya file yang dibentuk kamera.
Disebut kamera digital karena setiap prosesnya menggunakan angka (digital) yaitu angka 0-9 yang hanya dimengerti untuk proses komputer.
Format RAW adalah format  foto yang paling lengkap tanpa penurunan mutu dan kualitas.
Format RAW baru adalah DNG (Digital Negative Specification) yaitu format foto masa depan.
Format foto yang sekarang kita kenal :
a.       JPEG (Joint Photographic Expert Group). Dengan kapasitas 1-2MB,  bekerja pada 24bit colour (16,7juta warna). Format JPEG sangat efektif dan fleksibel. Format ini merupakan salah satu format yang bisa diterapkan pada mediat cetak dan internet, karena format ini dapat mengkompres file sampai ukuran terkeccil. Cocok untuk menyimpan hasil scan, foto digital.
b.      TIFF (Tag Image File Format). Untuk membuka dan mengimpor gambar dari photoshop ke dalam program publishing lainnya. Contoh : Program quarkxpress in desing format.
c.       PSD (Photoshop Document). Setiap program mempunyai format file yang spesifik daripada format program lainnya yang disebut native forma (format asli). Aplikasi ini menyimpan semua file yang dibentuk dengan cepat.
d.      PDF (Portable Document Format). Untuk keperluan media, seperti halaman majalah yang berisi foto dan tulisan lalu di design ulang dan kemudian masuk percetakan.
Resolusi mata manusia : 120jt pixel = 120 MP
Resolusi film slide : 20jt pixel = 20 MP
Resolusi 1 halaman majalah penuh = 9 MP

IMAGE SIZE (metode interpolasi)
Nearest Neighbor = metode yang paling cepat namun menghasilkan kualitas rendah.
Bilinear = metode terbaik untuk gambar yang banyak bermain dengan garis-garis.
Bicubic Smoother = metode terbaik untuk memperbesar ukuran gambar.
Bicubic Sharper = metode terbaik untuk memperkecil ukuran gambar.

RGB Versi CMYK
Foto mempresentasikan warna dengan model-model warna yang paling mendasar.
RGB (Red, Green, Black), untuk mempresentasikan warna pada kamera dan monitor.
CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black), untuk printer, proses percetakan.

sumber: catatan Bpk Didit Anindita 

Jumat, 11 November 2011

KEKAYAAN ALAM LAUT INDONESIA

Indonesia merupakan negara maritim yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah mulai dari hasil pertanian, pertambangan, sampai kekayaan alam yang berasal dari laut kita ini. Luas laut kita saja 3x lebih besar dari wilayah darat kita. Sebagai bangsa Indonesia, tentu kita bangga akan kekayaan alam tersebut, tetapi banyak pula masyarakat yang turut serta dalam perusakan lingkungan tersebut. Seperti menebang hutan demi kepentingan segelintir orang (ilegal loggingg), menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak yang dapat merusak karang, dsb. 
Kita tidak mampu mengolah sumber daya alam tersebut, karena keterbatasan teknologi yang kita punyai. Contohnya, tambang emas Freeport merupakan perusahaan asal Amerika, andai saja kita dapat mengolah emas tersebut dengan segala yang kita punya. Hal ini juga ditambah sumber daya manusia di Indonesia yang belum mempunya kemampuan dan keterampilan. Belum lagi para petinggi negara yang seakan-akan ingin menjual hasil alam kita demi kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak mementingkan rakyat yang sudah memilih mereka untuk duduk di kursi pemerintah.

Kita pun tidak dapat menjaga laut kita dari nelayan-nelayan asing yang mencuri hasil laut kita, seperti ikan-ikan, karang, dll. Padahal kita adalah negara maritim yang seharusnya mempunyai angkatan laut yang kuat. Pemerintah harus menyediakan teknologi dan SDM yang cukup mumpuni agar laut kita tidak di'jajah' oleh negara lain, seperti Malaysia, Vietnam, Thailand. Negeri Indonesia tercinta ini harus memperkuat angkatan lautnya guna menjaga hasil laut kita dari nelayan-nelayan dari negara lain, Indonesia juga harus tegas kepada negara yang ketahuan sedang mencuri hasil laut di wilayah perairan Indonesia.


Kita perlu memberdayakan para masyarakat di pulau-pulau kecil agar mereka merasa menjadi bagian dari negara Indonesia, sehingga para masyarakat tersebut dapat turut andil dalam menjaga laut kita.

Bayangkan jika kita bisa mengolah, memaksimalkan, dan menjaga hasil sumber daya alam di Indonesia. Negara kita mempunyai perairan yang luas dengan ikan yang melimpah, karang yang indah, hewan laut yang eksotis. Tentu bisa dijadikan tujuan wisata yang bisa menarik banyak devisa bagi negara. Lalu kita ada pertambangan yang melimpah seperti emas, timah, biji besi. Selanjutnya, hasil pertanian dan perkebunan kita seperti kelapa sawit, padi, kelapa. Kita merupakan penghasil padi yang cukup besar di Asia, lalu kenapa kita perlu mengimpor beras dari Thailand? Tidak masuk akal bukan. Seharusnya kita yang menjadi pengekspor ke negara-negara Asia.

Senin, 31 Oktober 2011

New Media

 Senin, 31 Oktober 2011

Apa yang kita sebut new media pada zaman sekarang? Yah, tentu saja Internet. Setiap tahun jumlah pemilik komputer dan pengguna internet semakin berkembang. Para pengguna tentu mempunyai kepentingan masing-masing dalam mengakses internet, misalnya berbelanja dalam internet tentu tidak repot-repot lagi, bersosialisasi di dunia internet seperti Facebook tentu sangat menyenangkan jika dapat bertemu teman lama dan bisa mendapatkan teman baru, mencari informasi terkini dengan menggunakan internet sangat mudah, untuk berbisnis seperti memperluas produk jualan ke luar kota/luar negeri dan sebagainya. Banyak keuntungan yang ditawarkan oleh media internet ini.

Perkembangan internet tentu mempengaruhi segi ekonomi, berbagai transaksi yang sebelumnya harus bertatap muka kini dapat dilakukan melalui internet, seperti Klikbca. Transaksi melalui internet dikenal dengan e-commerce.

Lalu bagaimana nasib media tradisional, seperti televisi, radio, dan surat kabar. Tentu saja mereka harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan teknologi. Seperti media surat kabar Kompas yang mempunyai Kompas.com, lalu sekarang kita dapat streaming televisi dan mendengarkan radio melalui internet.

Disamping internet memberikan dampak positif, tentu internet memberikan dampak negatif juga. Seperti, maraknya perjudian online, para hacker yang menjebol data-data penting, pembobolan rekening, penipuan-penipuan jika berbelanja online, dapat membuat seseorang kecanduan di depan komputer, pornografi yang tersebar bebas dalam internet dapat dibuka siapa saja, membuat para remaja melupakan budaya mereka karena terpengaruh budaya pop yang sering mereka lihat di internet dan berbagai dampak negatif lain.

Masyarakat tentu sangat dimudahkan dengan kehadiran internet. Tetapi harus diingat, gunakan internet dengan bijak.

Senin, 24 Oktober 2011

BEDAH MEDIA

Senin, 24 Oktober 2011
Paulus Widiyanto (Praktisi Penyiaran, Anggota DPR)

ANATOMI SISTEM PENYIARAN
1.       Lembaga penyiaran dibagi menjadi 3, yaitu :
a)      Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), yang dimiliki oleh perorangan.  Contoh : RCTI, SCTV, TPI, ANTV, Indosiar, dsb.
b)      Lembaga Penyiaran Publik, yang dimiliki oleh publik dan untuk publik. Contoh : TVRI
c)       Lembaga Penyiaran Komunitas, yang dimiliki oleh kelompok tertentu dan disiarkan kepada kelompoknya sendiri.

2.       Badan Usaha/Pemilik
a.       RCTI – Hary Tanoesoedibjo
b.      Metro TV – Surya Paloh
c.       Trans TV – Chairul Tanjung
d.      TV One – Aburizal Bakrie
e.      Dll

3.       Izin
Setiap penyiaran wajib memilik izin penyelenggara penyiaran.
Radio memiliki izin 5 tahun.
Televisi memiliki izin 10 tahun.

4.       Teknologi Penyiaran
Perkembangan teknologi sangat membantu kehidupan manusia, mulai dari bidang kedokteran, bidang komunikasi, transportasi, sampai penyiaran.
Berikut teknologi yang membantu penyiaran :
a.       Gelombang Elektromagnetik
b.      Satelit
c.       Kabel
d.      Internet

5.       Content/Isi Penyiaran
Ada 3 dasar isi penyiaran, yaitu :
Informasi, Hiburan, dan Film
Formatnya pun ada news, general, kartun, news &sport, dll

6.       Usaha/Dana
Televisi swasta mempunyai dana berasal dari iklan/sponsor yang membayar, iuran langganan, dsb.
Sedangkan televisi milik negara mempunyai dana berasal dari APBD, APBN, pajak masyarakat.


7.       Audiences/ Penonton
Mempunyai berbagai latar belakang, yaitu :
a.       Gender/jenis kelamin
b.      Usia
c.       Agama
d.      Status sosial
e.      Ekonomi
f.        Pendidikan
g.       Bahasa
h.      Dll
Jadi, televisi harus spesifik dalam menentukan sasaran penonton yang akan dituju, serta menyesuaikan program siarannya dengan para penontonnya.
Misalnya, Metro TV yang mempunyai segmen penonton yang berpendidikan baik.

Senin, 03 Oktober 2011

Media dan Budaya Massa

 03 Oktober 2011
Dosen tamu : Aminah Swarnawati

Kita sudah mengetahui betapa kuatnya kekuatan media massa. Media dapat mempengaruhi khalayaknya dengan pesan-pesan yang disampaikannya. Mungkin saja kita tidak dapat menyadari apa yang telah dilakukan oleh media. Media dapat membentuk suatu tren untuk khalayaknya. Misalnya, tren fashion yang terdapat di film-film Korea. Sehingga, khalayak massa akan membeli baju dan celana bergaya Korea untuk mengikuti tren fashion tersebut di kehidupan sebenarnya.

Budaya massa sendiri adalah budaya populer yang dibuat untuk pangsa pasar massa, dikonsumsi oleh massa. Contoh budaya massa sendiri seperti banyaknya boyband atau girlband yang bermunculan belakangan ini. Tentu ini semua pengaruh dari film-film Korea yang dibintangi oleh para artis Korea yang sebagian besar adalah boyband dan girlband.

Tentu media massa mempunyai andil besar terhadap penyebaran budaya massa kepada khalayak. Kenapa media menampilkan dan membantu penyebaran budaya massa? Tentu saja karena budaya massal adalah budaya yang populer dan budaya tersebut dibuat untuk pasar kalangan massal yang sesuai dengan namanya. Karena dibuat untuk dikonsumsi oleh massa tentu saja mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit.

Berikut ini adalah tiga tahap perkembangan media massa :

1. Tahap Elit, dalam tahap ini media massa belum berkembang, jadi belum ada budaya massa yang terbentuk.

2. Tahap Populer, dimana dalam tahap ini budaya massa telah terbentuk.

3. Tahap Spesialisasi, tahap ini media mulai menyadari keinginan khalayak atau audiens dan melakukan spesialisasi terhadap produk/isi tayangannya.

Budaya populer ini digandrungi oleh para anak muda dan remaja. Mereka bisa saja melupakan budaya-budaya tradisional asli. Jadi, bijaklah dalam setiap menerima pesan dari media. Jangan asal mengikuti budaya massal yang justru bisa merugikan diri sendiri.

Senin, 26 September 2011

Mereka Adalah Teman Baik : Hukum dan Politik

26 September 2011
Dosen tamu : Bpk. Tri Agung Kristanto (Ka. Desk Politik & Hukum Kompas)

Setiap harinya pasti kita berhadapan dengan 'makhluk' bernama Hukum & Politik. Mulai dari di rumah (keluarga), lingkungan sekolah atau kampus, tempat bekerja, dan lainnya. Di rumah dengan orang tua pasti ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh kita sebagai seorang anak. Misalnya, tidak boleh pulang larut malam. Contoh tersebut merupakan salah satu contoh kecil. Kemudian, ketika orang tua mengeluarkan keputusan-keputusan seperti membeli rumah atau mobil itupun bisa disebut orang tua kita sudah melakukan politik walaupun dalam skala kecil.

Indonesia sendiri merupakan negara hukum dan partai politik yang termasuk banyak. Setiap partai mempunyai banyak politisi di dalamnya. Tentu saja kegiatan politik di Indonesia sangat ramai karena banyaknya partai politik tersebut. Banyak tokoh politik di Indonesia tercinta ini.

Terjun dalam dunia politik di Indonesia sangat menggiurkan. Di samping jabatan tentu mendapatkan kekuasaan, tunjangan, dan materi yang tentunya tidak sedikit. Namun, tidak jarang pula banyak politisi yang masih haus akan kekuasaan dan materi, sehingga mereka melakukan korupsi.
 
Hukum di Indonesia nampaknya masih belum menunjukkan taringnya. Kenapa bisa disebut seperti itu? Kita bisa lihat sendiri hukum di Indonesia masih dapat dipermainkan bahkan dibeli oleh penguasa. Para koruptor banyak yang bisa lolos dari jeratan hukum. Para terdakwa korupsi memberi suap kepada aparat hukum kita seperti jaksa, hakim, dan sebagainya. Sehingga mereka medapatkan hukuman yang ringan bahkan bisa dibebaskan dari jeratan hukum.

Tentunya kita mengharapkan Indonesia yang menjunjung tinggi hukum tanpa pandang bulu, jabatan, dan status sosial. Seorang menteri jika melanggar hukum juga harus ditindak. Tindak tegas para pelaku korupsi tersebut, jangan karena mereka politisi malah terbebas dari hukum.

Setiap negara pasti mempunyai hukum masing-masing. Sebuah negara tanpa hukum pasti akan terjadi kekacauan. Ada hukum saja masih bisa kacau apalagi jika tidak ada hukum.

Senin, 19 September 2011

Iklan dan Kekerasan Simbolik

Kelas Kapita Selekta 19 September 2011
Dosen tamu : Endah Murwani

Setiap hari pasti kita melihat iklan, baik dalam perjalanan, ketika menonton televisi, membaca koran, mendengarkan radio, dan sebagainya. Mulai dari pamflet, poster, selebaran iklan/flyers di jalanan, sampai ketika menonton televisi di rumah. Dengan muda kita menemukan iklan di tempat umum, seperti di jalanan, kantor, pasar, mall, halte bis, bandara, stasiun, dsb. Iklan sudah menjadi bagian hidup kita, menemani setiap aktivitas kita sehari-hari.

Namun, terjadi pergeseran fungsi iklan dari yang awalnya bertujuan untuk mempengaruhi calon konsumen untuk membeli produk, menjadi iklan yang turut berpengaruh dalam membentuk sistem pikir seseorang, nilai, gaya hidup maupun budaya. Jadi, iklan tidak hanya mempengaruhi calon konsumen agar membeli produknya, tetapi juga mengandung kekerasan simbolik. Mendengar kata 'kekerasan' pasti kita berpikir bahwa itu seperti baku hantam, perkelahian, dsb (fisik). Tetapi sesuai namanya, kekerasan simbolik bukanlah kekerasan fisik

Jadi, apakah kekerasan simbolik itu? Kekerasan simbolik adalah mekanisme komunikasi yang ditandai dengan relasi kekuasaan yang timpang dan hegemonik di mana pihak yang satu memandang diri lebih superior entah dari segi moral, ras, etnis, agama ataupun jenis kelamin dan usia.

Pasti pembaca penasaran dengan contoh iklan bagaimana yang mengandung kekerasan simbolik.Nah, berikut contoh umum iklan tersebut:
  1. Iklan susu WRP yang mengatakan bahwa wanita cantik adalah wanita yang langsing, Padahal banyak wanita cantik lainnya yang tidak selalu langsing.
  2. Lalu iklan Tolak Angin yang berkata "orang pintar minum tolak angin". Seakan-akan kalau kita tidak minum Tolak Angin maka kita bukan orang pintar.
  3. Selanjutnya ada iklan Extra Joss dengan slogan "Laki itu Laki, Laki ga minum yang rasa-rasa, Laki minum EXTRAJOSS !!”. Jadi bukan laki namanya kalau tidak minum Extra Joss.
  4. Iklan L-Men yang menyebutkan "kerempeng mana keren". Sehingga para lelaki harus mempunyai tubuh yang atletis dan tidak kerempeng agar dapat dilirik oleh wanita.
  5. Dan masih banyak lagi.
Dari contoh-contoh iklan yang mengandung kekerasan simbolik tersebut, mindset masyarakat pun digiring. Pola pikir masyarakat mengikuti sesuai instruksi yang telah dibuat oleh iklan dan juga media tentunya, seperti wanita cantik itu harus tinggi, berpenampilan menarik, bersih, mulus, dan sebagainya.
    Sumber:
    bahan pdf kapita selekta fikom untar dari Ibu Endah Murwani
    http://yakomapgi.wordpress.com/2008/01/07/tentang-kekerasan-simbolik/

    Senin, 12 September 2011

    KETIKA MASYARAKAT 'BIASA' AMBIL BAGIAN MENJADI SUMBER BERITA

    12 September 2011
    Dosen tamu : Agus Sudibyo (Anggota Dewan Pers)


    Pernahkah diantara kalian yang menonton video amatir dari sebuah peristiwa penting? Seperti video kejadian tsunami di Aceh, sampai tsunami di Jepang, video kejadian WTC 9/11, dll. Video yang direkam dari sebuah ponsel berkamera. Pemilik ponsel tersebut bukanlah jurnalis ataupun reporter profesional, namun milik seorang warga atau masyarakat yang sedang berada di tempat kejadian


    Video seperti di atas bisa disebut salah satu contoh Jurnalisme Warga atau Citizen Journalism. Dimana warga biasa (bukan reporter atau jurnalis profesional) dapat ikut serta menjadi sumber berita.

    Tidak hanya seperti video amatir saja, warga biasa dapat melakukan jurnalisme warga dengan cara lain. Seperti memberikan informasi lalu-lintas di media radio melalui interaktif telepon dan sosial media online seperti Twitter, Blog, Facebook, dsb. Saat ini, hampir semua media berita online menyediakan kolom komentar, pembaca diberi kesempatan untuk memberikan komentar mereka terhadap suatu peristiwa.

    Saat ini, jurnalisme warga sangat banyak berkembang.Hal ini berpengaruh dari teknologi yang ada sekarang. Mulai dari ponsel berkamera yang bisa merekam, mengakses media online dengan mudah, banyaknya media sosial, dan sebagainya


    Meskipun semua orang memiliki kebebasan dalam menyampaikan informasi. Namun ada hal yang perlu diperhatikan dalam jurnalisme warga, yaitu verifikasi. Terkadang kita tidak dapat memastikan kebenaran informasi yang berasal dari jurnalisme warga. Karena siapa saja dapat membuat karya jurnalistiknya tanpa proses verifikasi.

    Jurnalisme warga sendiri baru berkembang di Indonesia, jadi belum ada kode etik untuk jurnalisme warga itu sendiri. Maka itu, Dewan Pers sedang dalam tahap pembuatan kode etik untuk jurnalisme warga.

    Jadi, jurnalisme warga itu tetap saja memberitakan tentang suatu peristiwa, yang membedakan hanya caranya dalam menyampaikannya.


    Sumber:
    Agus Sudibyo, dewan pers

    Senin, 05 September 2011

    Industri Rokok di Indonesia? Baik atau buruk?

    05 September 2011
    Dosen tamu : Bpk Irwan Julianto


    Kelas Kapita Selekta kedatangan dosen tamu, yaitu Bpk Irwan Julianto seorang wartawan senior Kompas. Beliau terlihat sudah berumur, terlihat dari rambutnya yang beruban, namun tetap terlihat sehat dan santai dengan penampilannya yang memakai celana jeans dan kaos kerah.


    Dalam kelas yang dibawakan oleh Bpk Irwan Julianto, saya dan seluruh mahasiswa yang mengikuti kelas tersebut diajak menonton sebuah film dokumenter berjudul Sex, Lies, and Cigarettes. Film tersebut bercerita mengenai seorang jurnalis bernama Christof Putzel asal Amerika yang ingin tahu perkembangan industri rokok di negara-negera miskin-berkembang, terutama Indonesia.


    Dalam film tersebut, Christof Putzel sangat terkejut ketika sampai di Indonesia. Dia melihat begitu banyak billboard atau papan iklan rokok, mulai dari dia tiba di bandara sampai di sepanjang perjalanannya. Karena di Amerika khususnya New York, billboard besar dan papan iklan rokok seperti itu sudah tidak hampir tidak ada.


    Industri rokok sangat berkembang di Indonesia, dilihat dari banyaknya iklan-iklan yang bermunculan di berbagai media, khususnya media elektronik yaitu televisi. Banyak iklan-iklan rokok yang disiarkan dalam jam-jam utama (prime-time), dimana hampir berbagai usia seperti anak-anak dan remaja dapat menonton iklan tersebut.


    Salah satu industri rokok bahkan  sampai menjadi sponsor utama Liga Sepakbola Indonesia (LSI). Seperti yang kita ketahui, hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, tua-muda, kaya-miskin pasti menyukai sepakbola. Industri rokok lainnya memilih untuk mensponsori acara konser musik yang notabene acara tersebut ditujukan bagi para remaja, bahkan sampai mendatangkan artis musisi terkenal dari luar negeri, tentu saja artis yang sedang digandrungi oleh para remaja. Baik ada pertandingan sepakbola di stadion sepakbola maupun di tempat konser musik, pasti banyak remaja yang datang dan tidak sedikit yang merokok.


    Tidak hanya remaja yang sudah merokok, seorang bocah bahkan sudah merokok. Bocah tersebut bernama Aldi Suganda asal Sumatera. Bocah gendut ini menghebohkan dunia karena ia adalah perokok aktif yang paling muda. Berita ini tersebar sampai London karena video Aldi yang sedang asik merokok direkam oleh seseorang yang kemudian disebarluaskan melalui media internet. Hal tersebut mengundang berbagai komentar dari masyarakat dunia, "orang tua seperti apa yang membiarkan anaknya merokok seperti itu?"


    Jika seseorang ingin membeli sebungkus rokok di New York, setidaknya ia harus merogoh kocek sebesar $12. Namun, seseorang dapat membeli sebungkus rokok dengan harga tidak sampai $2 di Indonesia khususnya Jakarta. Ironisnya, seorang bocah atau remaja di bawah umur dapat membeli rokok dengan bebas di warung-warung pinggiran bahkan warung yang dekat dengan sekolah. Berbeda di New York dimana hal tersebut adalah tindakan ilegal yang melanggar hukum, penjual dapat di penjara jika menjual rokok kepada bocah dan remaja yang ingin membeli.


    Rokok sendiri ibarat koin dengan sisi yang saling berlawanan namun tetap kesatuan. Di sisi lain rokok itu sendiri tidak perlu dijelaskan lagi efek negatifnya, bahkan dilabel rokok tertulis : peringatan pemerintah tentang bahaya rokok yang dapat menimbulkan bahaya kanker, serangan jantung dan impotensi. Namun, di sisi lain banyak pekerja, petani tembakau, dan industri lainnya yang bergantung hidupnya dari industri rokok. Bahkan cukai rokok adalah penyumbang  yang cukup besar dalam APBN.


    Jadi, apakah industri rokok itu baik atau buruk? Tergantung kalian memihak dan melihat dari sisi koin yang mana.


    Pesan: Bagi yang tidak suka merokok, maka tunjukkan dengan tidak merokok. Bagi kalian para perokok, tolong jangan merokok di tempat umum. Carilah tempat merokok yang telah disediakan.


    Sumber :
    Film: Vanguard: Sex, Lies, and Cigarettes.
    http://solocybercity.wordpress.com/2010/05/27/dunia-gempar-ada-balita-merokok-40-batang-per-hari/