Rabu, 07 Desember 2011

IKLAN POLITIK

Rabu, 07 Desember 2011

Masih ingatkah teman-teman pada iklan yang berbunyi 'katakan TIDAK!! pada korupsi? Yah, itu salah satu iklan politik dari Partai Demokrat yang dipimpin oleh Bpk. SBY. Namun, iklan ini tidak muncul pada setiap saat seperti teman-teman melihat iklan sebuah produk.

Iklan politik memang muncul hanya pada setiap acara tertentu. Misalnya, menjelang pemilu presiden, ucapan hari raya dari elit politik, dsb, Tujuan dari iklan politik tersebut juga sudah jelas, agar masyarakat mengenal partai politik dan elit politik yang diiklankan, mengharapkan masyarakat simpatik dan memilih calon yang diiklankan.
Seperti yang kita ketahui, beriklan dalam media televisi dan media cetak tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Partai politik perlu mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mengiklankan partai mereka, tentu hasilnya akan sebanding jika partai mereka yang keluar sebagai pemenang.

Menurut The Nielsen Company Indonesia, belanja iklan kategori pemerintahan dan politik (governments and politics) mencapai Rp 2,154 triliun. Meningkat seklitar 335 persen dibanding Pemilu 2004. Pada Pemilu 2004 total biaya iklan politik, di luar iklan pemerintah sekitar Rp 400 miliar.
Pada Pemilu 2004 total biaya iklan politik mencapai Rp 400 miliar. Nielsen Media Indonesia mencatat biaya iklan pemerintahan dan politik tahun 2008 telah mencapai Rp 2,208 triliun, atau naik 66 persen dibandingkan dengan tahun 2007 yang hanya Rp.1,327 triliun.

Menurut Subiakto (dalam Gazali, 2009), belanja iklan Indonesia tahun 2007 adalah sekitar 40 triliun rupiah, dan sekitar 10 triliun (25 persen) adalah belanja iklan politik. Tahun 2008 dan 2009 iklan politik ini akan meningkat 3 sampai 4 kali lipat lebih besar dari tahun 2007. Sementara Irfan Wachid dari 25frame Indonesia Production mengatakan seorang politikus nasional akan menghabiskan Rp 5 – 10 miliar/bulan untuk biaya poles diri, poles senyum di hadapan rakyat pemilihnya. Bayangkan jika dana-dana tersebut disumbangkan untuk membantu anak-anak dan masyarakat yang kurang mampu.

Partai politik mempunyai peran yang penting dalam pemilihan umum anggota legislatif, maupun pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Dalam upaya mempengaruhi massa untuk memilih pilihannya, maka partai politik tidak segan-segan untuk mengeluarkan biaya kampanya yang cukup besar. Biaya kampanye partai politik dari setiap pemilu akan terus meningkat.

Sumber: http://ekoharrysusanto.wordpress.com/2011/12/06/980/