Senin, 03 Oktober 2011

Media dan Budaya Massa

 03 Oktober 2011
Dosen tamu : Aminah Swarnawati

Kita sudah mengetahui betapa kuatnya kekuatan media massa. Media dapat mempengaruhi khalayaknya dengan pesan-pesan yang disampaikannya. Mungkin saja kita tidak dapat menyadari apa yang telah dilakukan oleh media. Media dapat membentuk suatu tren untuk khalayaknya. Misalnya, tren fashion yang terdapat di film-film Korea. Sehingga, khalayak massa akan membeli baju dan celana bergaya Korea untuk mengikuti tren fashion tersebut di kehidupan sebenarnya.

Budaya massa sendiri adalah budaya populer yang dibuat untuk pangsa pasar massa, dikonsumsi oleh massa. Contoh budaya massa sendiri seperti banyaknya boyband atau girlband yang bermunculan belakangan ini. Tentu ini semua pengaruh dari film-film Korea yang dibintangi oleh para artis Korea yang sebagian besar adalah boyband dan girlband.

Tentu media massa mempunyai andil besar terhadap penyebaran budaya massa kepada khalayak. Kenapa media menampilkan dan membantu penyebaran budaya massa? Tentu saja karena budaya massal adalah budaya yang populer dan budaya tersebut dibuat untuk pasar kalangan massal yang sesuai dengan namanya. Karena dibuat untuk dikonsumsi oleh massa tentu saja mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit.

Berikut ini adalah tiga tahap perkembangan media massa :

1. Tahap Elit, dalam tahap ini media massa belum berkembang, jadi belum ada budaya massa yang terbentuk.

2. Tahap Populer, dimana dalam tahap ini budaya massa telah terbentuk.

3. Tahap Spesialisasi, tahap ini media mulai menyadari keinginan khalayak atau audiens dan melakukan spesialisasi terhadap produk/isi tayangannya.

Budaya populer ini digandrungi oleh para anak muda dan remaja. Mereka bisa saja melupakan budaya-budaya tradisional asli. Jadi, bijaklah dalam setiap menerima pesan dari media. Jangan asal mengikuti budaya massal yang justru bisa merugikan diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar