Senin, 31 Oktober 2011

New Media

 Senin, 31 Oktober 2011

Apa yang kita sebut new media pada zaman sekarang? Yah, tentu saja Internet. Setiap tahun jumlah pemilik komputer dan pengguna internet semakin berkembang. Para pengguna tentu mempunyai kepentingan masing-masing dalam mengakses internet, misalnya berbelanja dalam internet tentu tidak repot-repot lagi, bersosialisasi di dunia internet seperti Facebook tentu sangat menyenangkan jika dapat bertemu teman lama dan bisa mendapatkan teman baru, mencari informasi terkini dengan menggunakan internet sangat mudah, untuk berbisnis seperti memperluas produk jualan ke luar kota/luar negeri dan sebagainya. Banyak keuntungan yang ditawarkan oleh media internet ini.

Perkembangan internet tentu mempengaruhi segi ekonomi, berbagai transaksi yang sebelumnya harus bertatap muka kini dapat dilakukan melalui internet, seperti Klikbca. Transaksi melalui internet dikenal dengan e-commerce.

Lalu bagaimana nasib media tradisional, seperti televisi, radio, dan surat kabar. Tentu saja mereka harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan teknologi. Seperti media surat kabar Kompas yang mempunyai Kompas.com, lalu sekarang kita dapat streaming televisi dan mendengarkan radio melalui internet.

Disamping internet memberikan dampak positif, tentu internet memberikan dampak negatif juga. Seperti, maraknya perjudian online, para hacker yang menjebol data-data penting, pembobolan rekening, penipuan-penipuan jika berbelanja online, dapat membuat seseorang kecanduan di depan komputer, pornografi yang tersebar bebas dalam internet dapat dibuka siapa saja, membuat para remaja melupakan budaya mereka karena terpengaruh budaya pop yang sering mereka lihat di internet dan berbagai dampak negatif lain.

Masyarakat tentu sangat dimudahkan dengan kehadiran internet. Tetapi harus diingat, gunakan internet dengan bijak.

Senin, 24 Oktober 2011

BEDAH MEDIA

Senin, 24 Oktober 2011
Paulus Widiyanto (Praktisi Penyiaran, Anggota DPR)

ANATOMI SISTEM PENYIARAN
1.       Lembaga penyiaran dibagi menjadi 3, yaitu :
a)      Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), yang dimiliki oleh perorangan.  Contoh : RCTI, SCTV, TPI, ANTV, Indosiar, dsb.
b)      Lembaga Penyiaran Publik, yang dimiliki oleh publik dan untuk publik. Contoh : TVRI
c)       Lembaga Penyiaran Komunitas, yang dimiliki oleh kelompok tertentu dan disiarkan kepada kelompoknya sendiri.

2.       Badan Usaha/Pemilik
a.       RCTI – Hary Tanoesoedibjo
b.      Metro TV – Surya Paloh
c.       Trans TV – Chairul Tanjung
d.      TV One – Aburizal Bakrie
e.      Dll

3.       Izin
Setiap penyiaran wajib memilik izin penyelenggara penyiaran.
Radio memiliki izin 5 tahun.
Televisi memiliki izin 10 tahun.

4.       Teknologi Penyiaran
Perkembangan teknologi sangat membantu kehidupan manusia, mulai dari bidang kedokteran, bidang komunikasi, transportasi, sampai penyiaran.
Berikut teknologi yang membantu penyiaran :
a.       Gelombang Elektromagnetik
b.      Satelit
c.       Kabel
d.      Internet

5.       Content/Isi Penyiaran
Ada 3 dasar isi penyiaran, yaitu :
Informasi, Hiburan, dan Film
Formatnya pun ada news, general, kartun, news &sport, dll

6.       Usaha/Dana
Televisi swasta mempunyai dana berasal dari iklan/sponsor yang membayar, iuran langganan, dsb.
Sedangkan televisi milik negara mempunyai dana berasal dari APBD, APBN, pajak masyarakat.


7.       Audiences/ Penonton
Mempunyai berbagai latar belakang, yaitu :
a.       Gender/jenis kelamin
b.      Usia
c.       Agama
d.      Status sosial
e.      Ekonomi
f.        Pendidikan
g.       Bahasa
h.      Dll
Jadi, televisi harus spesifik dalam menentukan sasaran penonton yang akan dituju, serta menyesuaikan program siarannya dengan para penontonnya.
Misalnya, Metro TV yang mempunyai segmen penonton yang berpendidikan baik.

Senin, 03 Oktober 2011

Media dan Budaya Massa

 03 Oktober 2011
Dosen tamu : Aminah Swarnawati

Kita sudah mengetahui betapa kuatnya kekuatan media massa. Media dapat mempengaruhi khalayaknya dengan pesan-pesan yang disampaikannya. Mungkin saja kita tidak dapat menyadari apa yang telah dilakukan oleh media. Media dapat membentuk suatu tren untuk khalayaknya. Misalnya, tren fashion yang terdapat di film-film Korea. Sehingga, khalayak massa akan membeli baju dan celana bergaya Korea untuk mengikuti tren fashion tersebut di kehidupan sebenarnya.

Budaya massa sendiri adalah budaya populer yang dibuat untuk pangsa pasar massa, dikonsumsi oleh massa. Contoh budaya massa sendiri seperti banyaknya boyband atau girlband yang bermunculan belakangan ini. Tentu ini semua pengaruh dari film-film Korea yang dibintangi oleh para artis Korea yang sebagian besar adalah boyband dan girlband.

Tentu media massa mempunyai andil besar terhadap penyebaran budaya massa kepada khalayak. Kenapa media menampilkan dan membantu penyebaran budaya massa? Tentu saja karena budaya massal adalah budaya yang populer dan budaya tersebut dibuat untuk pasar kalangan massal yang sesuai dengan namanya. Karena dibuat untuk dikonsumsi oleh massa tentu saja mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit.

Berikut ini adalah tiga tahap perkembangan media massa :

1. Tahap Elit, dalam tahap ini media massa belum berkembang, jadi belum ada budaya massa yang terbentuk.

2. Tahap Populer, dimana dalam tahap ini budaya massa telah terbentuk.

3. Tahap Spesialisasi, tahap ini media mulai menyadari keinginan khalayak atau audiens dan melakukan spesialisasi terhadap produk/isi tayangannya.

Budaya populer ini digandrungi oleh para anak muda dan remaja. Mereka bisa saja melupakan budaya-budaya tradisional asli. Jadi, bijaklah dalam setiap menerima pesan dari media. Jangan asal mengikuti budaya massal yang justru bisa merugikan diri sendiri.